DEWASA itu HARUS

Buatku,
menjadi dewasa itu bukan pilihan
Tapi suatu sikap yang harus kumiliki..

Dan dewasa itu adalah,
Ketika aku memaafkan orang lain
walau mereka belum meminta maaf
Ketika aku berbesar hati mengakui segala kesalahan
yang aku perbuat dan menerima resikonya

Ketika hati ini tak lagi menyimpan dendam
Ketika aku berbuat baik kepada orang yang membenciku

Ketika aku membiarkan masa lalu
tetap menjadi sejarah dalam kehidupanku
tanpa perlu aku usik kembali

Itulah arti dewasa bagiku,
Dan aku masih terus memperbaiki diri
untuk menjadi benar-benar DEWASA

Minggu, 16 Oktober 2011

Do'a untuk Kirana

Waktu berlalu cepat
hingga tak terasa beberapa hari lagi
usiamu genap 1 tahun, Kirana..

Masih teringat jelas di benak Mami
Saat Mami mengandung dan melahirkanmu
Sungguh anugerah terindah yang pernah Mami miliki..

Mungkin Mami tak bisa memberikan semua yang kamu inginkan, Nak..
Hanya do'a yg selalu Mami panjatkan agar kamu menjadi
anak sholehah, pintar, berakhlak mulia, senantiasa takut dan ingat akan Tuhanmu
dan jadilah kebanggaan bagi Mami dan Papi..

Tumbuhlah menjadi wanita yang
kuat, berani berkata benar, jujur dan mandiri
tanpa harus melawan kodratmu sebagai wanita dan hamba Allah..

Kirana,
Ingatlah bahwa Mami dan Papi akan selalu memberikan yang terbaik
Berusaha agar bisa mewujudkan impianmu
Memberikan sandang, pangan dan papan yang layak untukmu
Mengajarimu tentang kebajikan dan kasih sayang
Agar kamu menjadi wanita yang penuh dengan rasa cinta
pada Tuhanmu maupun pada sesama manusia
Semoga kamu akan selalu merasa bahagia bersama Mami dan Papi..

I LOVE U MY LITTLE PRINCESS
AULIA KIRANA WIBOWO
3 NOVEMBER 2010

Senin, 10 Oktober 2011

Bagaimana Proses Produksi ASI?


Untuk mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk meningkatkan (atau mengurangi) produksi ASI, kita perlu mengetahui dan memahami bagaimana ASI dihasilkan.
Secara garis besar, produksi ASI adalah sebuah proses "use it or lose it".
Semakin sering dan semakin efektif bayi menyusu, semakin banyak pula ASI yang dihasilkan.

Tahapan Awal...
Endokrin (hormonal) mengendalikan pengeluaran ASI - Tahap Laktogenesis I & II
ASI yang pertama kali dihasilkan, bukan karena proses supply & demand.
Selama masa kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan, produksi ASI dikendalikan oleh sistem hormonal - yang disebut Sistem Kendali Endokrin.
Pada dasarnya, selama hormon pada tubuh ibu berfungsi sebagaimana semestinya,tubuh ibu akan memproduksi kolostrum sejak pertengahan masa kehamilan. (Laktogenesis I) dan jumlah ASI nya akan meningkat dalam 30-40 jam setelah persalinan (Laktogenesis II).
Di mulai dari akhir masa kehamilan, payudara mulai memproduksi kolostrum, tetapi level hormon progesteron yang tinggi saat itu "menghalangi" pengeluaran ASI dan membuat agar jumlah ASI tetap rendah.
Pada saat persalinan, pengeluaran plasenta tubuh ibu menyebabkan kadar progesteron/estrogen/HPL menurun drastis. Saat kadar progestreron menurun drastis, hormon prolaktin semakin tinggi pada awal Laktogenesis II. Hormon lainnya (insulin, thyroxine, kortisol) juga terlibat, tetapi perannya belum diketahui.
Walaupun secara biokimia mengindikasikan bahwa Laktogenesis II terjadi sekitar 30-40jam setelah persalinan, kebanyakan ibu belum merasakan payudaranya mulai penuh (ASI mulai ada) sampai dengan 50-73 jam (2-3 hari) setelah persalinan.
Kedua Tahap laktasi yang pertama ini (Laktogenesis I & II) dikendalikan oleh hormon - tahap ini akan terjadi baik pada ibu yang menyusui atau pada ibu yang tidak menyusui bayinya


Menjaga produksi ASI..
Sistem Kendali Autokrin (Lokal) pada proses penyusuan -- Laktogenesis III
Setelah tahap Laktogenesis II, terjadi perpindahan dari hormonal ke sistem kendali autokrin (lokal). Tahap menjaga kesinambungan produksi ASI ini disebut juga Laktogenesis III.
Pada tahap ini, produksi ASI dikendalikan pada payudara -- pengeluaran ASI adalah mekanisme utama untuk mengendalikan produksi ASI. Pengeluaran ASI dikendalikan oleh kemampuan menyusu bayi. Walaupun faktor hormonal masih bisa mempengaruhi proses produksi ASI, tetapi perannya tidak banyak.
Pada kondisi yang normal, payudara akan terus memproduksi ASI selama ASI tetap dikeluarkan.
Dengan memahami bagaimana kendali autokrin terhadap produksi ASI, kita dapat memahami bagaimana cara yang efektif untuk meningkatkan (atau mengurangi) produksi ASI.



Apa yang ditunjukkan oleh penelitian terkini tentang produksi ASI?
Penelitian terkini memperlihatkan 2 faktor yang dapat mengendalikan produksi ASI:
ASI mengandung protein whey yang disebut Feedback Inhibitor of Lactation (FIL) / penghambat produksi ASI – peran FIL ini sepertinya memperlambat produksi ASI ketika payudara penuh.
Produksi ASI diperlambat ketika jumlah ASI didalam payudara banyak (dan mengandung banyak FIL), dan produksi ASI dipercepat ketika payudara lebih kosong (dan jumlah FIL otomatis jg lebih sedikit).
Payudara yang PENUH = produksi ASI yang lebih LAMBAT
Payudara yang kosong = produksi ASI yang lebih CEPAT.
Penelitian mengindikasikan bahwa kadar lemak (fat) yang terkandung dalam ASI juga ditentukan oleh seberapa kosong payudara (payudara kosong = kadar lemak ASI yang lebih tinggi).



Bagaimana jumlah produksi ASI bervariasi dalam sehari?
Penelitian sebelumnya mengamati bahwa jumlah ASI biasanya lebih banyak di pagi hari (waktu yang bagus untuk memompa/memerah jika harus menyimpan ASI perah), dan berkurang secara bertahap sesuai bergesernya waktu. Kadar lemak (fat) cenderung meningkat seiring pergeseran waktu (Hurgoiu V, 1985). Penellitian ini konsisten dengan hasil penelitian terkini jika kita asumsikan wahwa peneliti mengamati bayi-bayi yang memiliki pola menyusu relatif serupa, dimana bayi tidur lebih lama di malam hari dan secara bertahap mengurangi jumlah antar masa menyusu dalam sehari.

Kapasitas Penyimpanan: Faktor lain yang mempengaruhi produksi ASI dan manajemen menyusui adalah kapasitas penyimpanan ASI . Kapasitas penyimpanan yang dimaksud adalah jumlah ASI yang dapat disimpan didalam payudara antara masa menyusu sebelumnya dan selanjutnya. Ini dapat bervariasi antara ibu yang satu dengan yang lainnya, dan bahakan antara payudara yang kanan dan kiri dari ibu yang sama.

Kapasitas penyimpanan tidak ditentukan oleh ukuran payudara, walaupun ukuran payudara dapat membatasi jumlah ASI yang dapat disimpan didalamnya. Ibu dengan kapasitas penyimpanan yang banyak ATAU pun sedikit sama-sama dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak.

Ibu yang kapasitas penyimpanan ASI nya lebih besar, bisa jadi jarak antar masa menyusui sebelum dan selanjutnya menjadi lebih lama tanpa memperngaruhi produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Namun Ibu dengan kapasitas penyimpanan yang lebih kecil, perlu menyusui lebih sering untuk dapat memuaskan kebutuhan bayinya dan menjaga produksi ASI karena payudaranya akan menjadi lebih penuh , lebih cepat. 

Bayangkan kapasitas penyimpanan ASI seperti sebuah CANGKIR - kita dapat minum sejumlah air dalam satu hari menggunakan cangkir yang berukuran apapun - kecil, sedang atau besar- tapi jika kita minum menggunakan cangkir yang lebih kecil, tentu kita harus mengisinya lebih sering untuk memenuhi sejumlah kebutuhan kita dalam sehari.



Apa yang diperlihatkan oleh penelitian tentang meningkatkan produksi ASI?
ASI diproduksi sepanjang hari, dengan kecepatan produksi yang tergantung pada seberapa kosong payudara. ASI terkumpul didalam payudara ibu diantara masa menyusui, jadi jumlah ASI yang tersimpan dalam payudara setelah masa penyusuan sebelumnya , akan lebih banyak jika jeda waktu dengan penysuan berikutnya lebih lama.
Ingat, semakin banyak ASI yg tersimpan pada payudara, semakin lambat pula kecepatan produksinya.

Untuk mempercepat proses produksi ASI dan meningkatkan produksi ASI harian, kuncinya adalah mengeluarkan ASI dari payudara lebih banyak dan lakukan lebih cepat dan secara teratur, sehingga lebih sedikit ASI yang tersimpan di payudara saat jeda menyusui.
Payudara yang KOSONG = produksi ASI yang lebih CEPAT
Pada prakteknya, ini berarti ibu yang ingin meningkatkan produksi ASInya sebaiknya menjaga agar payudara sekosong mungkin sepanjang hari.


Untuk mewujudkan tujuan tersebut dan meningkatkan produksi ASI:

Kosongkan payudara lebih sering (dengan cara menyusui lebih sering dan atau menambahkan sesi perah/pompa dengan jeda lebih cepat dari masa menyusu/perah/pompa sebelumnya)
Kosongkan payudara semaksimal mungkin pada tiap masa menyusui atau saat sesi perah/pompa.


Memastikan pengosongan payudara secara maksimal: 
  • Pastikan bayi menyusu secara efisien 
  • Lakukan masase payudara dan kompresi 
  • Susukan kedua payudara setiap sesi menyusu, tunggu sampai bayi selesai menyusu di satu payudara sebelum menawarkan payudara satunya. 
  • Lakukan perah/pompa payudara jika bayi kurang maksimal dalam mengosongkan payudara. Jika bayi dapat melakukan pengosongan dengan baik, maka sesi perah/pompa akan lebih bermanfaat jika dilakukan saat jeda (antar masa menyusui) - sesuai tujuan kita untuk mengosongkan payudara sesering dan sekosong mungkin) 

They are The Most Beautiful Gift from Allah


25 April 2009 - 16 Februari 2011
Hmm..hampir 2 tahun sudah setelah peristiwa yg hampir merenggut nyawaku terjadi..
Masih ada sisa-sisa kejadian saat itu terlintas di benakku..
Masih jelas teringat detik demi detik setiap kejadian,
mulai dari kecelakaan terjadi, orang-orang yg menolongku, saat aku menelopon ibu memberitahu ttg keadaanku,
saat perjalanan menuju rumah sakit dg ambulan dan ibu berkata pada bapak "Pak,kenapa muka rima putih pucat banget?" dan aku hanya memejamkan mata menggigil kedinginan hingga akhirnya aku tahu bahwa 2 liter dari 4,5 liter
darah yang ada di tubuhku tak lagi berada di pembuluh darahku..
Dan kenyataan yang ku ketahui bahwa ginjal kananku hancur harus diangkat dari tubuhku dan sebagian dari liver mengalami pendarahan terpaksa pula harus dipotong..

Satu hal yang aku syukuri, Allah menganugerahiku kesempatan hidup yang kedua
karena mulai dari kecelakaan terjadi hingga terbaring di meja operasi,aku tetap tersadar (+/- 6 jam)
walau dalam keadaan sangat kritis..
(bisa dibayangkan,darah hampir 50% tak dimiliki dan tekanan darah atas hanya 20)

Tak hanya itu,
Allah juga menganugerahiku seorang suami yang sangat mencintaiku
menerima keadaanku apa adanya juga bersedia memberikan satu ginjalnya untukku
ketika hal yg terburuk akan menimpaku..
Seorang suami yg tak pernah lelah utk selalu menuntunku, menasihatiku, menjagaku, memelukku dan menciumku
dg cinta agar aku terus menjadi seorang wanita, anak, istri dan ibu yg lebih baik..
Suamiku, semoga kau tak pernah berubah utk tetap seperti itu..

Tak cukup sampai di situ,
Sekali lagi Allah memberikan anugerah yg sangat indah untukku..
Sesosok makhluk mungil nan lucu yg ku kandung selama 9 bln
dan ku lahirkan dari rahimku dg penuh perjuangan
tapi makhluk mungil ini tak sedikit pun merepotkanku
bahkan begitu mudahnya aku melahirkannya..
Begitu juga saat aku mulai merawatnya dan menyusuinya,
walau terkadang makhluk mungil ini tersenyum manja
atau menangis dan sedikit nakal khas anak-anak..
Tapi aku sangat bahagia..
Makhluk mungil bernama Aulia Kirana Wibowo
kaulah alasanku untuk terus bertahan hidup..

Suami dan anakku adalah 2 hal yang terindah yang Allah anugerahkan kepadaku,
aku yakin,
inilah yg telah Allah janjikan atas kehilanganku hampir 2 tahun yg lalu,
inilah pengganti yg tak tergantikan,
inilah yg akhirnya membuatku utk ikhlas telah kehilangan ginjalku,
Allah memang benar-benar tidak pernah memberikan ujian
yg tidak mampu dilalui oleh hamba_Nya..

It's all about me

Rima Muthi..
itulah nama yang telah diberikan orang tuaku ketika aku lahir
di Lahat, Sumatera Selatan
tanggal 4 Maret 1989

aku memang lahir di sana
tapi aku tumbuh besar dan berkembang si sebuah kota kecil
di Jawa Tengah, yaitu Klaten yg berslogan BERSINAR
(bersih, indah, nyaman, aman dan rapi)

sejak mulai TK hingga SMA aku berada di sini
di usia 4 th aku bersekolah di TK ABA Gedung Sierad
lalu saat usia 5 th aku pindah ke TK Al-Furqon Masjid Raya Klaten
ketika SD aku mengikuti jejak kakakku, bersekolah di SD N 2 Klaten
ato terkenal juga dengan nama SD Ngepos 2 Klaten
tamat dari SD aku sempat melanjutkan Mts di Mu'allimat Yogyakarta
tapi hanya bertahan 4 bulan saja
dan menikmati masa SMP ku di SMP Muhammadiyah 1 Klaten
lalu melanjutkan masa remaja paling indah di SMA Muhammadiyah 1 Klaten

Selepas SMA
aku melanjutkan kuliah di UII Yogyakarta
(Universitas Islam Indonesia)
tapi hanya bertahan hingga aku semester 4 saja
bukan karena tak ingin lagi kuliah
tapi karena kondisiku yang mengalami kecelakaan
yang terjadi pada April 2009
membuatku sulit untuk mengikuti segala kegiatan kuliah yang padat

Hingga akhirnya di bulan Januari 2010
aku memutuskan menikahi seorang lelaki bernama AGUS WIBOWO, S. Kom
lelaki pertama yang singgah di hatiku
dan akhirnya menjadi pelabuhan hatiku yang terakhir

Tak lama kemudian aku mengandung
dan melahirkan bidadari kecil nan lucu
di tanggal 3 November 2010 dan bernama
AULIA KIRANA WIBOWO
(pemimpin/orang mulia yang memiliki pancaran kecantikan dan kharisma)

Aku hanyalah
seorang hamba, wanita, anak, istri dan ibu
yang selalu berusaha melakukan yang terbaik
dan selalu berusaha untuk terus menjadi lebih baik